Thursday, January 27, 2011

Belajar Dan Terus Belajar.


Cinta kasih dan kasih sayang tidak akan muncul begitu saja, tanpa kita mau belajar untuk mengembangkannya. Kesabaran dan Ketenangan Hati tidak akan di dapat begitu saja, tanpa mau merenungi diri untuk terus berubah dan berubah. Menyadari segala sesuatu adalah proses.
Proses perubahan dan proses pembelajaran. Tidak ada anak SD yang langsung mengerti pelajaran SMP, dan Anak Kuliahan mengerti Pelajaran Profesor. Semua ada prosesnya, semua ada pembelajarannya.

Sakit hati, kesedihan, kemalangan, kegagalan, ketimpangan semua adalah bentuk-bentuk dari bagian pelajaran kehidupan yang sangat berharga. Dengan mempelajari, mengamati, menganalisa semua itu diatas, maka akan kita akan mampu menghargai sebuah bentuk pengorbanan, perjuangan dan perngendalian diri dari semua hal yang tidak akan pernah sia-sia.


Hasilnya adalah ketegaran, kematangan, kedewasaan, kemajuan, kesuksesan, dan keseimbangan diri dan kebahagiaan dengan kebijaksanaan baru dalam diri.

Orang yang tidak pernah sakit, biasanya jarang menghargai kesehatan.
Orang yang tidak pernah miskin, tidak akan mengerti arti perjuangan.
Orang yang tidak pernah gagal, tidak akan mengerti arti dari keterpurukan.
tetapi karena ada kesakitan, kemiskinan, kegagalan disana ada harapan untuk berubah,
disana dapat munculnya semangat hidup baru untuk bangkit dari keterpurukan,
ada sinar terang akan akan selalu membimbing menuju jalan keluar yang terindah.
Dengan menyadari hal ini, maka bangkitlah, semangatlah dan majulah
melangkah tidak perlu langsung berlari, tetapi pelan-pelan berjalan dengan mantap.
Seperti anak kecil yang belajar berlari, belajar bermain, dan belajar untuk dewasa.

Tiada kata terlambat semua dimulai dri tekad dan kemauan,
sebuah tekad untuk melangkah maju, tekad untuk menjalani kehidupan yang lebih baik lagi,
tekad untuk melangkah dengan sejuta harapan, dan sejuta kerja keras, dengan segenap perjuangan baru dan pengorbanan demi mendapatkan masa depan yang jauh lebih ceria…

Perhatikan duniamu, perhatian dunia orang lain, dan perhatikan dunia seluruhnya. Disana masih penuh dengan hal-hal baru yang menanti untuk di jangkau, menanti untuk di jalani, menanti untuk di rasakan, menanti untuk di buktikan.
Tiada jalan yang akan berakhir bila kita sendiri tidak berhenti untuk berjalan.
Marilah melangkah dalam suka cita, melangkah dalam semangat, melangkah dengan penuh kemantapan dan kematangan potensi diri.


Ayo Belajar dan Ikuti pelajaran Hidupmu
Cari guru yang tepat untuk membimbingmu, Lihatlah dan bacalah semua buku yang bermafaat,
carilah sahabat yang tidak pernah meninggalkanmu dan selalu membimbingmu keluar dari tempat yang gelap. Dan selalu memberikanmu tempat yang terang dan nyaman untuk dirimu.
Mari belajar dan terus belajar……..

Sunday, January 23, 2011

Maaf Perspektif saya berbeda..walau kita..


repost by : renungan kisah inspiratif

Seperti kita ketahui keluarga merupakan seseorang yang terdekat dari kehidupan kita yang tentunya amat kita prioritaskan dan kita cintai seumur hidup kita. Keluarga merupakan bagian yang tak terpisahkan hidup seseorang. Walau sejauh, sebaik,seburuk, setinggi maupun serendah apapun derajat seseorang apapun. Walau bagaimana pun ia tetap merupakan keluarga kita.
Namun, terkadang tidak sedikit pula kasus yang kita temui justru sebuah keluarga terkadang menjadi momok bagi diri kita ibarat bagaikan sebuah duri, batu sandungan maupun musuh terbesar bagi seorang anak dari keluarga tersebut terhadap proses perjalanan & kenyamanan hidup-nya yang ia pilih.

Mengapa, hal tersebut bisa terjadi??
Tidak dipungkiri, faktor karakter yang terbentuk dalam keseharian sebuah keluarga hingga menjadi doktrin amatlah melekat. Beragam pandangan pun mengemuka dengan alasan yang berbeda. Faktor pengalaman seseorang, kultur budaya lingkungan sekitar rumah, pemahaman keterbatasan pengetahuan sikap bijak yang dimiliki maupun tingkat kefanatikan suku terkadang amatlah menentukan prinsip dari seorang pemimpin keluarga (Ayah&Ibu) terhadap pembentukan keluarga yang dibentuk dalam tautan kasih terhadap anak-anaknya.

Namun, semua itu tetap tidaklah sama.
Mungkin ada pepatah yang begitu cukup dikenal masyarakat berupa ”Like Father, Like Son” ataupun ”buah tidak mungkin jatuh jauh dari pohonnya” maupun pepatah analogi serupa lainnya.

Hidup ini tidak ada yang sama Akhi..Ukhti.
Seseorang yang terlahir kembar maupun nama yang sama pun tidaklah mungkin memiliki sifat yang sama.

Terkadang seseorang selalu berpikir apa yang menjadi jalan pemikirannya tersebut selalu dianggap Benar. Faktor Usia seseorang, termasuk pengalaman hidupnya yang selalu dijadikan sebagai guru terbaik dianggap sebagai bekal yang cukup untuk menentukan bahwa seseorang tersebut cukuplah memiliki kapabilitas dan ahli...

Cukup bijakkah orang tua tersebut???

Padahal,..............hmm Semua itu tidaklah sama Akhi..Ukhti!!

Permasalahan Hidup
Perspektif kehidupan Duniawi di mata seseorang
Tujuan Hidup di Dunia ini dalam pandangan seseorang

Semua itu masing-masing beragam.

Stop Ne-Think (Negative Thinking)

Berpikirlah melingkar..let’s We’re Thinking Out of The Box

Seorang bayi tidaklah mungkin bebas memilih jalan hidupnya sendiri bahwa ia mau dilahirkan melalui rahim Siapa dan dari Negara serta suku bangsa apa??

Sebuah permasalahan dapat berawal dari apapun.
Baik dari penglihatan, Pandangan, Pendengaran, Perasaan, Pengucapan kata dan lainnya.

Bukankah Setiap pertanyaan, keinginan, pernyataan dari setiap orang yang dilontarkan ke seseorang lain sudah sebijaknya haruslah ada solusinya..termasuk penjelasan tuntas & penanggungjawabnya. Jika tidak!! Maka akan dapat menjadi hanya sebuah usul, bisa pula menjadi doktrin bahkan intervensi dikarenakan keharusan ataupun sesuatu hal lainnya. Disesuaikan dengan tutur dalam penyampaian dan intonasi dalam pengucapan.

Sudah menjadi sunnatullah..Masalah Timbul, maka solusi pun memainkan peranannya..
****
Tidak ada masalah dengan masalah, yang menjadi masalah adalah cara kita yang salah dalam menyikapi masalah. (Aa’ Gym)

‘Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”. (QS. Al-Insyirah [94]: 5-6)

Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.” Q.S. Al-Insyirah, 94: 6-8.

Dalam tafsir Ibnu Katsir, Ibnu Jarir meriwayatkan dari al-Hasan, dia berkata: ”Nabi saw pernah keluar rumah pada suatu hari dalam keadaan senang dan gembira, dan beliau juga dalam keadaan tertawa seraya bersabda: ”Satu kesulitan itu tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan, satu kesulitan itu tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan, karena bersama kesulitan itu pasti terdapat kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu terdapat kemudahan.”

Wahai manusia, setelah lapar ada kenyang, setelah haus ada kepuasan, setelah bergadang ada tidur pulas, dan setelah sakit ada kesembuhan. Setiap yang hilang pasti ketemu, dalam kesesatan akan datang petunjuk, dalam kesulitan ada kemudahan, dan setiap kegelapan akan terang benderang.

Sampaikan kabar gembira kepada malam hari bahwa sang fajar pasti datang mengusirnya dari puncak-puncak gunung dan dasar-dasar lembah. Kebarkan juga kepada orang yang dilanda kesusahan bahwa, pertolongan akan datang secepat kelebat cahaya dan kedipan mata. Kabarkan juga kepada orang yang ditindas bahwa kelembutan dan dekapan hangat akan segera tiba. (dikutip dari buku la tahzan karya dr. ‘aidh al-qarni)

Kesulitan bisa memberi hikmah dan pelajaran. Kesulitan mengajarkan kemampuan untuk memikul beban dan bertahan. Kesulitan menghapuskan dosa. Kesulitan memperbanyak pahala.

Maka, mintalah perlindungan dan pertolongan Allah SWT. Setiap musibah itu mempunyai tujuan. Berapa kali kita merasa takut, lalu kita berdo'a dan meminta kepada Allah SWT. Kemudian Allah SWT menyelamatkan dan melindungi kita. Berapa kali kita di lilit lapar, lalu Allah memberi makan dan minum untuk kita. Berapa kali kita diterpa kebimbangan dan keresahan, lalu Allah memberikan kebahagiaan dan kesenangan. Berapa kali kita terjerat dan kita hampir terjatuh dalam kehancuran. Kemudian Allah SWT memberikan jalan untuk bangkit dan berjalan.

Ketahuilah, engkau berhubungan dengan Yang Maha Lembut terhadap hamba-Nya. Yang Terkenal dengan Pemberiannya. Yang Maha Memberi untuk kebahagiaan hamba-Nya.Yang Maha Kuasa atas segala keinginan-Nya. [Syaikh DR. Aidh Bin Abdullah Al Qarni]

Saturday, December 4, 2010

life is an adventure..


suka banget dengan jingel iklan nutrilon.., i repeat that all the times.. to raise my spirit.. :D

I want to live my life to the absolute fullest..
To open my eyes to be all I can be..
To travel roads not taken,.
to meet faces unknown...
To feel the wind...,
to touch the stars
I promise to discover myself...
To stand tall with greatness.. ..
To chase down and catch every dream...

Friday, December 3, 2010

i have been hacked....:-(

..........................

Wednesday, October 13, 2010

"Wild World"


Lalalalalala...

Now that I've lost everything to you
You say you wanna start something new
And it's breakin' my heart you're leavin'
Baby, I'm grievin'
But if you wanna leave, take good care
Hope you have a lot of nice things to wear
But then a lot of nice things turn bad out there

CHORUS:
Oh, baby, baby, it's a wild world
It's hard to get by just upon a smile
Oh, baby, baby, it's a wild world
and I'll always remember you like a child, girl

You know I've seen a lot of what the world can do
And it's breakin' my heart in two
Because I never wanna see you sad, girl
Don't be a bad girl
But if you wanna leave, take good care
Hope you make a lot of nice friends out there
But just remember there's a lot of bad and beware

CHORUS

Lalalalala....

Baby, I love you
But if you wanna leave, take good care
Hope you make a lot of nice friends out there
But just remember there's a lot of bad and beware

CHORUS (x2)

Friday, October 1, 2010

masih bolehkah??


.....

Masih bolehkah aku jatuh cinta, setelah masa merenggutnya dengan paksa..

Masih bolehkah aku merangkai asa, setelah takdir menghempasnya terburai tak bersisa..

Masih bolehkah?



.... tentang pertemuan, harapan, cinta dan kenangan...



Wahai engkau yg bergelar kenangan!

Terimakasih, hadirmu mewarnai sekelumit kisah hidupku, mengajari sesuatu berwujud cinta..

menyemaikan harapan dan belajar menerima kenyataan..

kelak, kan ku kenang engkau sebagai pelajaran..



....

Untuk engkau yang bergelar masa depan, izinkan aku menyapamu dengan senyuman..

seperti imaji ku yang berteriak menggugah rasa..masih bolehkah aku jatuh cinta?

Sunday, September 19, 2010

Tabarruj dan Ikhtilat


Islam adalah agama yang mengatur hidup dan kehidupan manusia. Ajaran-ajarannya menjadi acuan bagi siapa saja, pribadi, keluarga, masyarakat, dan bangsa untuk meniti kehidupan yang lebih baik dan harmonis dalam ridha sang pencipta. Rambu-rambunya diletakkan untuk dijadikan pedoman perjalanan hidup untuk selamat sampai tujuan. Jika ada rambu yang dilanggar, maka akibat buruk akan menimpa pelanggar itu dan bahkan sering menimpa orang lain juga. Di antara persoalan besar yang dihadapi oleh manusia adalah yang berkaitan dengan wanita. Persoalan ini adalah persoalan Bani Israel dan persoalan umat ini. Rasulullah telah mengisyaratkan masalah ini:

“Aku tidak tinggalkan fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki selain (fitnah) wanita.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Harta paling berharga yang dimiliki wanita adalah rasa malu dan harga diri. Jika wanita melepaskan pakaian malunya dan tidak lagi menjaga harga diri serta kewanitaannya, dampaknya akan menimpa keluarga dan masyarakat. Maka selayaknya keluarga dan masyarakat juga turut dalam menjaga nilai-nilai ini pada diri wanita-wanitanya. Jika wanita tidak lagi mengenakan hijab sebagaimana yang telah ditentukan Islam, ditambah dengan pelanggaran batas hubungan antar laki-laki dan wanita, maka kerusakan akan terjadi. Hal ini karena syahwat manusia adalah sesuatu yang berbahaya jika tidak dikendalikan.

Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Wanita itu dari depan nampak seperti bentuk setan dan dari belakang nampak seperti bentuk setan. Kalau salah seorang di antara kalian melihat wanita hendaklah mendatangi istrinya. Karena hal itu akan meredakan apa yang di dalam dirinya.”

Pengertian Tabarruj

Menurut bahasa, tabarruj adalah wanita yang memamerkan keindahan dan perhiasannya kepada laki-laki (Ibnu Manzhur di Lisanul Arab). Tabarrajatil mar’ah artinya wanita yang menampakkan kecantikannya, lehernya, dan wajahnya. Ada yang mengatakan, maksudnya adalah wanita yang menampakkan perhiasannya, wajahnya, kecantikannya kepada laki-laki dengan maksud untuk membangkitkan nafsu syahwatnya.

Dengan kata lain tabarruj adalah menonjolkan perhiasan, kecantikan termasuk bentuk tubuh dan sarana-sarana lain dalam berpenampilan agar menarik perhatian lawan jenis. Sarana lain yang biasa digunakan misalnya wangi-wangian, warna baju yang mencolok atau penampilan tertentu yang “nyentrik” atau perhiasan yang berbunyi jika dibawa jalan.

Menurut syariah, tabarruj adalah setiap perhiasan atau kecantikan yang ditujukan wanita kepada mata-mata orang yang bukan muhrim. Termasuk orang yang mengenakan cadar, di mana seorang wanita membungkus wajahnya, apabila warna-warnanya mencolok dan ditujukan agar dinikmati orang lain, ini termasuk tabarruj jahiliyah terdahulu. Seperti yang disinyalir ayat,

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (Al-Ahzab: 33)

Allah melarang para wanita untuk tabarruj setelah memerintahkan mereka menetap di rumah. Tetapi apabila ada keperluan yang mengharuskan mereka keluar rumah, hendaknya tidak keluar sembari mempertontonkan keindahan dan kecantikannya kepada laki-laki asing yang bukan muhrimnya. Allah juga melarang mereka melakukan tabrruj seperti tabarrujnya orang-orang jahiliyah terdahulu. Apa maksud tabarruj jahiliyah terdahulu itu?

Qatadah berkata, “Wanita dahulu kalau berjalan berlenggak-lenggok genit. Allah melarang hal ini.”

Muqatil bin Hayyan berkata, “Maksud tabarruj adalah wanita yang menanggalkan kerudungnya lalu nampaklah kalung dan lehernya. Inilah tabarruj terdahulu di mana Allah melarang wanita-wanita beriman untuk melakukannya.”

Ibnu Abu Najih meriwayatkan dari Mujahid, “Janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu…” Dia (Mujahid) berkata, “Wanita dahulu berjalan-jalan di hadapan kaum (laki-laki). Itulah tabarruj Jahiliyah.”

Mujahid berkata, “Wanita dahulu keluar dan berada di antara para laki-laki. Inilah maksud dari tabarruj jahiliyah terdahulu.”

Ada yang mengatakan, yang dimaksud jahiliyah pertama adalah jahiliyah sebelum Islam, sedangkan jahiliyah kedua adalah umat Islam yang melakukan perbuatan jahiliyah pertama.

Tabarruj telah diharamkan oleh Allah SWT dengan larangan yang menyeluruh dalam segala kondisi dengan dalil yang jelas. Hal ini ditunjukkan dalam firman Allah SWT:

“Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian (luar) mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. AnNuur 60)

Pemahaman dari ayat ini adalah larangan bertabarruj secara mutlak. Allah membolehkan mereka (wanita yang berhenti haid dan tidak ingin menikah) menanggalkan pakaian luar mereka (jilbab), tanpa bertabarruj. Orang tua (menopouse) boleh tetap mengenakan jilbab dan boleh juga mengenakan baju apa saja selain jilbab selama tidak menonjolkan perhiasan, kecantikan, bentuk tubuh ketika di kehidupan umum seperti di jalan-jalan,pasar, mall, dll. Jika wanita tua saja dilarang untuk bertabarruj, maka mafhum muwafaqahnya yaitu wanita yang belum berhenti haid lebih dilarang untuk bertabarruj.

Ayat lain yang melarang tabarruj adalah firman Allah SWT:

“Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” (QS AnNuur 31)

Allah dalam ayat iberbeda dengan perhiasan atau berhias. Tidak ada makna syara’ tertentu terhadap kata tabarruj, sehingga penafsiran kata tabarruj diambil dari makna lughawi (bahasa). Tabarruj secara bahasa berarti menonjolkan perhiasan, kecantikan termasuk keindahan tubuh pada laki-laki non muhrim. Dalil lain yang menerangkan bahwa tabarruj adalah menonjolkan perhiasan, keindahan tubuh pada laki-laki asing adalah :ni melarang salah satu bentuk tabarruj, yaitu menggerakkan kaki sampai terdengar bunyi gelang kakinya sehingga orang lain menjadi tahu perhiasan wanita yang menggerakkan kaki tersebut, yang berarti wanita tersebut telah menonjolkan perhiasannya. Dalil ini juga menjelaskan akan larangan tabarruj, yaitu menonjolkan perhiasan.

Diriwayatkan dari Abi Musa Asy Sya’rawi: “Wanita yang memakai parfum, kemudian melewati suatu kaum (sekelompok orang) supaya/sampai mereka mencium aromanya maka berarti dia pezina.”

Diriwayatkan pula dengan sabda Rasulullah Saw: “Dua golongan penghuni neraka, saya belum melihat sebelumnya adalah: wanita yang berpakaian seperti telanjang dan wanita yang berjalan lenggak-lenggok di atas kepala mereka seperti punuk unta, maka mereka tidak akan masuk surga dan tidak mendapatkan baunya.”

Kata telanjang, berlenggak-lenggok dan seperti punuk unta menunjukkan arti agar tampak perhiasan dan kecantikannya. Atas dasar ini dapat dimengerti bahwa tabarruj tidak sama dengan sekedar perhiasan atau berhias, namun bermakna menonjolkan perhiasan.

Adapun mengenai perhiasan, maka hukum asalnya adalah mubah untuk dikenakan selama belum ada dalil yang mengharamkanya, hal ini sesuai dengan kaidah syara’. Hukum asal suatu benda (asy yĆ¢’) adalah mubah. Sebagian perhiasan memang diharamkan Allah antara lain sbb:

Diriwayatkan Ibnu Umar, “Sesungguhnya Nabi melaknat wanita yang menyambung rambutnya dengan rambut orang lain, wanita yang rambutnya minta disambungkan, wanita yang mentato, dan wanita yang minta ditato.”

Walaupun semula berhias dalam kondisi berkabung dibolehkan akan tetapi bisa menjadi haram manakala berhiasnya menggunakan perhiasan yang haram dan apabila berhiasnya sampai menjadikannya termasuk tabarruj yaitu menonjolkan perhiasan dan kecantikan di hadapan laki-laki asing (non mahrom).

Pengertian ikhtilath

Ikhtilath secara bahasa adalah bercampurnya dua hal atau lebih. Ikhtilath dalam pengertian syar’i maksudnya bercampur-baurnya perempuan dan laki-laki yang bukan muhrim di sebuah momen dan forum yang tidak dibenarkan oleh Islam.

Imam Abu Daud meriwayatkan, Hamzah bin Abi Usaid Al-Anshari bahwa ia mendengar Rasulullah saw keluar rumah dari masjid. Tiba-tiba orang laki-laki dan wanita berkumpul di jalanan. Rasulullah saw berkata kepada para wanita itu, “Agar wanita di belakang saja, kalian tidak boleh berada di tengah-tengah jalan (ketika ada laki-laki) dan hendaknya kalian di pinggiran jalan.” Serta merta ada wanita yang merapat ke dinding (rumah) sampai-sampai pakaiannya tersangkut ke dinding itu karena terlalu nempel.” (Abu Daud).

Al-Qur’an memberikan arahan kepada wanita bagaimana seharusnya mereka bersikap, bersuara dan bergaul dengan lawan jenisnya. Allah berfirman,

“Hai istri-istri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (Al-Ahzab: 32)

Sekarang ini pemandangan wanita tabarruj menjadi biasa, termasuk di negeri-negeri muslim. Dunia entertainmen memiliki peran besar dalam mensosialisasikan budaya tabarruj. Ikhtilath juga tidak bisa dipisahkan dari budaya mereka. Seorang pemuda akan dipandang aneh jika tidak memiliki teman-teman wanita. Lebih jauh, pergaulan bebas semakin membudaya.

Tabarruj dan Ikhtilath adalah konspirasi musuh-musuh Islam

Tabarruj dan ikhtilath merupakan tradisi Yahudi, ini nampak dalam protokoler mereka, wajib bagi mereka untuk menundukkan semua bangsa dengan cara memerangi akhlak dan memporak-porandakan nilai-nilai keluarga dengan berbagai sarana yang ada. Lalu mereka menemukan bahwa sarana yang paling efektif untuk menyerang basis keluarga adalah dengan cara merangsang mereka melakukan kejahatan dan merangsang nafsu syahwat. Racun ini lalu mereka sebarkan melalui berbagai media, film, koran, majalah, cerita, dan lain-lain. Kita sekarang hidup di zaman banyak dan beragam fitnah dan godaan, karena interaksi kita dengan dunia luar, misal melalui media masa audio maupun visual. Wanita dibiarkan berkeliaran ke mana saja tanpa batas dan bergaul dengan siapa saja serta dengan dandanan model zamannya, membuka aurat, dengan kosmetik dan parfum yang menarik perhatian. Acap kali kita menyaksikan, bahkan seorang gadis belia keluar dari rumahnya tanpa didampingi oleh muhrimnya, bertemu dengan siapa saja tanpa pantauan kedua orang tuanya. Wanita berbicara melalui telepon hingga berjam-jam tanpa diketahui oleh walinya. Di waktu siang maupun malam tidak jarang dijumpai wanita berada di luar rumah, bukan untuk suatu kepentingan belanja atau urusan keluarganya, semata-mata untuk mencari sensasi. Kemudian ia bergabung dalam kerumunan laki-laki dan perempuan. Hampir bisa dipastikan bahwa tujuan keluar rumah adalah sengaja menyebarkan fitnah dan menggoda mata laki-laki. Sementara orang tuanya, kakak dan adiknya tenang berada di rumah.

Bahaya Tabarruj dan Ikhtilat

1. Tabarruj dan ikhtilath adalah maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya

Dan barangsiapa bermaksiat kepada Allah maka ia akan merasakan akibatnya dan sama sekali tidak akan membahayakan Allah.

Rasulullah saw. bersabda, ”Setiap umatku akan masuk surga kecuali yang tidak mau”. Mereka (sahabat) bertanya, ”Ya Rasulullah, siapakah yang tidak mau?” Beliau bersabda, ”Barangsiapa taat kepadaku akan masuk surga dan barangsiapa bermaksiat kepadaku ia orang yang tidak mau”. (H.R. Bukhari)

2. Tabarruj dan ikhtilath termasuk dosa besar

Kedua hal ini merupakan sarana paling kuat terhadap perbuatan zina. Lihatlah bagaimana Rasulullah saw. mengaitkan antara tabarruj dan dosa-dosa besar seperti syirik, mencuri, dan berzina.

Di riwayat yang shahih dari Ahmad diceritakan bahwa Umaimah binti Raqiqah datang kepada Rasulullah saw. Untuk berbaiat kepada beliau dalam membela Islam. Beliau bersabda, ”Aku membaiatmu agar kamu tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anakmu, tidak melakukan kebohongan dari hadapanmu (karena perbuatan lisan dan kemaluan), tidak meratapi (orang mati), dan tidak tabarruj dengan tabarruj jahiliyah pertama.” (H.R. Bukhari).

3. Tabarruj dan ikhtilath mendatangkan laknat

Rasulullah SAW bersabda: “Akan ada pada akhir umatku nanti wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, kepala mereka bagaikan punuk unta, laknatlah mereka karena mereka adalah wanita-wanita yang pantas dilaknat.”

Di Mustadrak Al-Hakim dan di Musnad Imam Ahmad dari Abdullah bin Umar, Rasulullah saw bersabda, ”Akan datang di akhir umatku nanti laki-laki yang naik pelana (mewah) layaknya laki-laki yang turun ke pintu-pintu masjid, wanita-wanita mereka mengenakan pakaian namun telanjang, di kepala mereka seperti punuk unta kurus. Kutuklah wanita-wanita itu karena sesungguhnya mereka itu terkutuk. Jika setelah kalian ada kaum, tentu wanita-wanita kalian akan melayani wanita-wanita mereka sebagaimana wanita-wanita kaum terdahulu melayani kalian.”

4. Tabarruj temasuk sifat penghuni neraka

Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda, ”Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku lihat sekarang ini. Satu kaum yang bersama mereka cambuk-cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk memukul orang. Wanita-wanita mereka berpakaian namun telanjang, bergaya pundak mereka dan berpaling dari kebenaran. Kepala mereka seperti punuk unta kurus, mereka tidak masuk surga dan tidak mencium baunya. Padahal baunya tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian. (H.R. Muslim)

5. Tabarruj adalah kemunafikan yang akan mendatangkan kegelapan di hari kiamat

Al-Baihaqi meriwayatkan sabda Rasulullah saw. dengan sanad shahih, ”Sebaik-baik wanita kalian adalah yang penyayang, yang banyak melahirkan, yang cocok (dengan suaminya) jika mereka bertakwa kepada Allah. Dan seburuk-buruk wanita adalah yang tabarruj dan sombong. Mereka itulah orang-orang munafik. Tidak akan masuk surga salah seorang di antara mereka kecuali seperti gagak putih.” (Baihaqi).

6. Tabarruj dan ikhtilath menodai kehormatan keluarga dan masyarakat

Diriwayatkan dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda, ”Ada tiga orang yang kamu jangan bertanya kepada mereka: seseorang yang keluar dari jamaah dan durhaka kepada imamnya lalu mati dalam keadaan bermaksiat, seorang budak perempuan dan laki-laki yang berlari (dari tuannya) kemudian ia mati, dan seorang wanita ditinggal keluar oleh suaminya dan telah dicukupi kebutuhan dunianya lalu ia bertabarruj setelah itu. Maka jangan bertanya kepada mereka.” (H.R. Ahmad)

Rasulullah SAW bersabda: “Siapa saja di antara wanita yang menanggalkan pakaiannya di selain rumah suaminya, maka ia telah mengoyak tirai pelindung antara dirinya dan Allah Azza wa Jalla.”

7. Tabarruj adalah sunnah Iblis

Jika menutup aurat dan berhijab serta menjaga diri dan kehormatan adalah sunnah Nabi saw., maka tabarruj dan ikhtilath adalah sunnah Iblis, di mana sasaran godaan pertama terhadap manusia adalah agar auratnya terbuka. Allah mewanti-wanti hal ini kepada kita agar kita tidak terfitnah oleh tipu daya Iblis.

Allah berfirman, ”Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya kami telah menjadikan syetan-syetan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. (Al-Araf: 27).

8. Tabarruj dan ikhtilath adalah permulaan zina

Setiap kali penyimpangan terjadi akan melahirkan penyimpangan lain yang lebih besar. Ketika wanita tidak menutup auratnya dan tidak menjaga kehormatannya dengan bercampur bersama laki-laki yang bukan muhrimnya, terlebih dengan dandanan yang menyebar fitnah, rasa malu sudah sirna dan ghirah laki-laki mulai tiada, maka hal-hal haram menjadi mudah dilakukan bahkan dosa-dosa besar menjadi hal yang biasa dan wajar. Termasuk diantaranya zina. Di tengah masyarakat kita sekarang terjadi perbedaan persepsi tentang zina. Bahkan tidak ada undang-undang yang menjadikan zina sebagai kejahatan kecuali ia terkait dengan hak-hak asasi manusia.

9. Tabarruj dan ikhtilath mengundang siksaan Allah

Secara umum, kemaksiatan kerap kali menjadi penyebab terjadinya berbagai musibah. Seperti yang Allah sinyalir dalam Al-Quran,

”Dan jika kami hendak membinasakan suatu negeri, maka kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan kami), kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. (Al-Isra: 16)

Di hadits riwayat Ibnu Majah Rasulullah saw bersabda, ”Tidaklah nampak kebejatan di antara kaum Luth sampai mereka terang-terangan (melakukannya) kecuali setelah itu tersebarlah penyakit kolera dan kelaparan yang belum pernah terjadi pada pendahulu mereka. (Ibnu Majah).

10. Tabarruj adalah jalan hidup orang-orang yahudi

Orang-orang Yahudi sejak dulu memiliki peran yang sangat besar dalam menghancurkan umat ini melalui wanita.

Rasulullah SAW bersabda: “Takutlah pada dunia dan takutlah pada wanita karena fitnah pertama pada Bani Israel adalah pada wanita.”

11. Tabarruj adalah keterbelakangan

Buka-bukaan dan telanjang adalah fitrah hewan ternak, tidak seorangpun yang condong kepadanya kecuali dia akan terperosok jatuh ke derajat yang paling rendah dari pada derajat manusia yang telah dimuliakan Allah. Dari sini nampaklah bahwa tabarruj adalah tanda kerusakan fitrah, ketiadaan ghirah dan mati rasa.

Tentu saja yang akan terkena dampaknya tidak hanya pelaku kemaksiatan, kaum mutabarrijat,dan mereka yang tidak berhijab dalam hubungan antar lawan jenis, tetapi juga semua orang yang ada di sebuah komunitas. Maka kewajiban bagi semuanya adalah mencegah terjadinya berbagai kemaksiatan dan kemungkaran sebisa mungkin. Para ulama dan pemimpin menjadi penanggung jawab utama sebelum yang lain dalam menegakkan amar maruf nahi mungkar.

Wanita-wanita yang melakukan tabarruj berlomba-lomba menggunakan perhiasan yang diharamkan untuk menarik perhatian kepadanya. Sesuatu yang justru akan merusak akhlak dan harta serta menjadikan wanita sebagai barang hina yang diperjualbelikan, dan di antara bahayanya adalah:

1. Rusaknya akhlak kaum lelaki khususnya para pemuda yang terdorong melakukan zina yang diharamkan.

2. Memperdagangkan wanita sebagai sarana promosi atau untuk meningkatkan usaha perdagangan dan sebagainya.

3. Mencelakakan diri wanita sendiri, karena tabarruj itu menunjukkan niat jelek dari apa yang ia suguhkan untuk menggoda orang-orang jahat dan bodoh.

4. Tersebarnya penyakit

Sabda Rasulullah SAW: “Tidaklah suatu perbuatan zina itu nampak pada suatu kaum hingga mereka mengumumkannya kecuali akan tersebar di antara mereka penyakit menular dan penyakit-penyakit lain yang belum pernah ada pada orang-orang dulu.”

5. Mempermudah mata melakukan maksiat serta menyulitkan ketaatan ghadhul bashar (menundukkan pandangan). Ghadhul bashar merupakan sesuatu yang lebih berbahaya dari ledakan bom atom dan gempa bumi.

Rasulullah SAW bersabda: “Kedua mata zinanya adalah melihat.”

Abu Bakar As-Shidiq meriwayatkan bahwa ia mendengar sabda Rasulullah saw, ”Jika manusia melihat kemungkaran lalu tidak merubahnya, hampir Allah meratakan siksanya kepada mereka semua.” (Empat Imam dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban.)

Wahai ukhti muslimah! Tidakkah anda memperhatikan hadits nabi:

“Buanglah duri dari jalan kaum muslimin.” Dan bila membuang duri dari jalan termasuk cabang iman, maka duri manakah yang lebih berat, batu di jalan atau fitnah yang merusak hati, menerbangkan akal dan menyebarkan kekejian di antara orang-orang mu’min. Sesungguhnya tidaklah seorang lelaki muslim terkena fitnah pada hari ini karena anda yang telah memalingkannya dari mengingat Allah dan menghalanginya dari jalan yang lurus -padahal anda sanggup mencegahnya dari fitnah itu- kecuali di hari esok nanti Allah akan menghukum anda dengan adzab yang sangat pedih”.

Segeralah taat kepada Allah, tinggalkan kritikan dan ejekan manusia, karena perhitungan Allah kelak sangat ketat.

Wallahu’alam bishowab.